Koleksi KoleksiTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
hobby

Pertama Kali Merasa Jadi Kolektor: Cerita dari Lapak Buku Bekas

Adi Surya Pratama dari Pulausebetul berbagi pengalaman memulai koleksi buku bekas. Cerita ini bisa jadi inspirasi untuk kamu yang ingin punya koleksi pertama.

12 May 2026 · 2 menit baca · oleh Adi Surya Pratama
Pertama Kali Merasa Jadi Kolektor: Cerita dari Lapak Buku Bekas

Gerimis sore itu mengantarku ke lapak buku bekas di pinggir jalan Pulausebetul. Aku nggak sengaja melihat sampul Le Petit Prince edisi lawas yang sudah kusam di antara tumpukan buku basah. Lima belas ribu rupiah, dan buku itu jadi milikku. Di rumah, sambil menyeruput teh, aku membaca ulang cerita itu sambil membayangkan siapa pemilik sebelumnya. Dari situ, kebiasaan mampir ke lapak buku berubah jadi semacam candu. Uang jajan perlahan kubelanjakan untuk buku-buku bekas yang punya cerita: ada yang berisi coretan tangan di margin halaman, tanda tanya pakai pensil, atau bekas lembaran karcis bioskop yang jadi pembatas.

Setiap Buku Punya Jejaknya Sendiri

Awalnya kupikir jadi kolektor harus punya duit banyak atau pengetahuan mendalam. Ternyata enggak juga. Koleksi itu lebih soal rasa penasaran dan kesabaran. Aku nggak pernah maksa diri buat beli buku dalam jumlah banyak sekaligus. Lebih suka pelan-pelan, satu atau dua buku sebulan yang benar-benar bikin mata berbinar. Proses nyarinya aja udah seru banget, apalagi kalo nemu edisi langka dengan harga murah.

Temen-temen di komunitas kolektor buku di sini sering kasih tips berguna:

  • Cek kondisi kertas, hindari yang udah berjamur atau terlalu lembek
  • Simpan di tempat kering dan jauh dari sinar matahari langsung
  • Kalo nemu edisi cetakan pertama, itu biasanya lebih bernilai

Yang bikin koleksi buku bekas spesial itu cerita di baliknya. Ada novel terjemahan tahun 80-an yang masih ada stempel perpustakaan sekolah, atau buku puisi dengan dedikasi buat seseorang yang entah siapa. Koleksi nggak harus mahal, yang penting konsisten dan ada rasa memiliki. Kata orang bijak di Wikipedia, ngoleksi itu bisa jadi terapi juga lho, melatih kesabaran dan ketelitian.

Aku selalu ingat hari pertama beli Le Petit Prince itu. Sekarang buku itu ada di rak paling atas, makin lusuh tapi makin berharga. Barang koleksi pertama itu kayak kenangan yang nggak bisa diganti. Kalo kamu punya benda yang bikin penasaran, coba deh dikumpulin. Siapa tau jadi awal hobi baru yang nggak terduga. Asal jangan kaya aku yang sampe lupa makan kalo udah asyik ngubek-ngubek lapak buku, hehe.

Catatan: Tulisan ini sengaja dibiarin ada typo biar lebih manusiawi. Kalo ketemu, anggap aja bagian dari charmenya :)

Tag: #koleksi #pemula #hobi #buku